
♥♥ My LovinG Followers ♥♥
Thursday, May 6, 2010
♥♥ Tidak terkawal ♥♥

Monday, May 3, 2010
♥♥ Hanya dia tahu ♥♥

“Wanita tua itu hanya berdiam diri, melangkah sepantas mungkin hanya kudrat tua yang ada mampukah berjalan seiring dengan kudrat muda yang masih gagah berlari?? tidak bolehkah orang muda sama-sama beriring, sama-sama memimpin tangan ketika mahu melintas?? tidak kasihankah wahai anak, tinggalkan emak di belakang sedangkan dunia begitu sibuk dengan hal masing-masing....
“Astaghfirullah..astaghfirullah..lailahaillallah….” dari awal lagi maiza melihat situasi begitu memeritkan, memeritkan untuk seorang emak, ibu, ummi atau mama??...... kenapa begitu sekali?? tidak kasihankah wahai anak.. jika terjadi sesuatu menangis keluar air mata darah sekalipun semuanya tidak akan kembali lagi.... ALLAH.. ALLAH.. ALLAH..
Saban hari Maiza mendapatkan situasi di atas yang hampir sama sehingga membuatkan diri berfikir, Subhanallah..hebatnya kekuatan wanita yang ALLAH beri. Sebelum dua nyawa dapat diselamatkan, pasti situasi di atas tidak akan dilepaskan. Kerjaya Maiza saban hari pasti ketemu bermacam ragam manusia yang kadang- kala tidak dapat di bayangkan. Dapat dirasakan seperti ada sesuatu yang menarik di sini yang tidak dapat digambarkan. Moga tugasku ini sentiasa di berkati Ameen..
Apabila berhadapan dengan situasi di atas, mulanya diri tidak tahu apa yang harus dibicarakan pada ibu. Tidak dapat di gambarkan bagaimana sakitnya kecilnya hati seorang ibu.. YA ALLAH hindarkan aku jauhkan aku dari berbuat begitu pada "mak". Wajahnya menggambarkan segalanya. Yang hanya mampu diri keluarkan adalah istilah sabar. Mengajar mereka istighfar bagi yang beragama ISLAM. Subhanallah…aku tidak dapat membayangkannya. Kadang, apa yang di nasihatkan.. sabar dan sebagainya.. bagaikan masuk di telinga kiri dan keluar di telinga kanan mereka. Masakan itdak begitu kecilnya hati tidak dapat di gambarkan. Bukan sengaja tidak menghiraukan itu semua, tapi tahap fokus pada kesakitan itu lebih tinggi. Tidak ada tandingnya.
“ Layani Ibumu, kemudian Ibumu, kemudian Ibumu, kemudian Bapakmu, kemudian saudara-saudara terdekatmu kemudian saudara-saudara jauhmu.”
Kita tidak boleh terlalu yakin yang kita tidak pernah mengecilkan hati ibu. Hati ibu itu terlalu sensitif. Cuma kadang-kadang dia menyembunyikan sehingga kabur dari pandangan mata kita. Kisah Al-Qamah telah membuktikan segalanya. Hanya sedikit saja kasih sayangnya dilebihkan pada isterinya. Hanya sedikit.. Namun, hati ibunya terasa. Sehinggakan pada waktu beliau mahu meninggal, kalimah syahadah tidak mampu dikeluarkan. Rasulullah SWT meminta ibunya mengampunkan dosanya dan akhirnya Al-Qamah dapat mengucapkan shahadah sebelum meninggal. Peristiwa ini berlaku untuk peringatan pada kita yang hidup setelahnya. Selalulah memohon ampun pada mereka pada setiap waktu. Sebelum melangkah ke sekolah, sebelum tidur malam, setelah solat berjemaah dan sebagainya.
Sedarlah oh anak!
Seorang ibu itu seperti laut. Hamparan airnya yang tidak pernah kering, sesuai bagai kasih ibu yang tidak pernah habis. Dengan cinta yang tidak bertepi dan selalu mengalir sejuk di hati anak-anaknya. Laut pun tidak pernah protes walaupun manusia mengotorinya dengan segala macam sampah. Dan seperti itulah seorang ibu memilih rela menerima perlakuan apapun dari anaknya, dengan menjadikannya sebagai bahagian dari pengabdiannya kepada ALLAH SWT. Kita yang selalu lupa. Lupa susahnya dia bertarung nyawa waktu mahu melahirkan kita. Dengan situasi akhir zaman sekarang, banyak anak-anak menjadi tuan kepada ibunya. Na`uzubillah….
Kerana ini semua, sudah saatnya kita belajar memahami segala perlakuan ibu pada kita, belajar memahami cara ibu mencintai kita, yang mungkin dalam satu dua hal tidak selalu sama dengan
Wednesday, April 28, 2010
♥♥ Sekelumit Nan Indah.. moga tidak leka ♥♥

“Langit yang tujuh dan bumi serta sekalian makhluk yang ada padanya, sentiasa mengucap tasbih bagi Allah, dan tiada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memujiNya; akan tetapi kamu tidak faham akan tasbih mereka.
Kadang kala Allah sembunyikan matahari..
Di datangkan petir dan kilat.. Hati menangis dan tertanya-tanya
kemana hilangnya sinar???..
kemana perginya harapan???
ke mana perginya???
"owhhh..... Rupa-rupanya.. nak hadiahkan pelangi..”
Indah sekali
Alhamdulillah..

" ALLAH tidak memberi apa yang di harapkan..Tetapi memberi apa yang di perlukan.."
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran"
MaizaC’Joe
Tuesday, April 27, 2010
♥♥ Jika ini terakhir kali ♥♥

Wahai qalbu, sedarkah akan gerak hati
Wahai aqal, terfikirkah akan apa yang bakal terjadi
Andai ini merupakan yang terakhir kali
Buat sekujur jasad yang bakal berlalu pergi
Tatkala usia bernoktah di penghujung kehidupan duniawi
Pabila tiba saat tepat seperti yang dijanji Ilahi
Kematian... adalah sesuatu yang pasti.....
Andai ku tahu ini yang terakhir kali
Tentu siangnya sibuk berzikir
[Bukankah dgn berzikir itu hati akan menjadi tenang..]
Biarpun anak tekakku kering kehausan air
Tentu tak akan jemu melagukan syair
Rindu mendayu..
Merayu...
Kepada-NYA Tuhanku yang satu..
Andai ku tahu ini yang terakhir kali
Tentu solatku dikerjakan di awal waktu
Solat yang dikerjai...
Sungguh khusyuk lagi tawadhu'
Tubuh, minda, dan qalbu...bersatu memperhamba diri
Mengadap Rabbul Jalil...
Menangisi kecurangan janji
"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]
Andai ku tahu ini yang terakhir kali
Tidak akan aku persiakan walau sesaat yang berlalu
Setiap masa tak akan dipersia begitu saja
Di setiap kesempatan juga masa yang terluang
Alunan Al-Quran bakal ku dendang... bakal ku syairkan
Andai ku tahu ini yang terakhir kali
Tentu malam ku sibukkan dengan diri mendekatimu...
Berqiamullail...
Bertahajjud...
Mengadu...
Merintih...
Meminta belas kasih....
"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU
tapi... aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"
Oleh itu duhai Ilahi...
Kasihanilah daku hamba-MU yang...
Hina..
Dhaif..
Jahil..
Lagi Banyak Dosa ini..
Menikmati bulan yg dirindui oleh nabi dan sahabatNya..
Moga setiap langkah ku zuhud kepada MU..
ANDAI AKU TAHU INI YANG TERAKHIR KALI
Wallahu`alam.
MaizaC’Joe
Sunday, April 25, 2010
♥♥ Purifying ♥♥

Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat bagi dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya. [Ibnul Jauzi dalam Shaidul Khatir, 375]
" Ya Allah..Aku memohon cintaMu dan amal yang membawa aku kepada cintaMu. Ya Allah...jadikanlah mencintaiMU lebih aku sukai dari mencintai diriku, keluargaku dan air yang sejuk.."
YA ALLAH
Tabahkan aku, tenangkan aku, moga dapat ku lalui jalan yang telah kau tentukan
YA ALLAH
Moga aku tidak leka
MencintaiMu adalah kebahagian yang tertinggi...ameen.
MaizaC’Joe





